Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunnah Rasul

Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunnah Rasul

Dari segi bahasa Arab, aqiqah berasal dari kata al qat’u yang berarti memotong. Kata ini memiliki dua pengertian. Makna pertama adalah memotong rambut bayi yang baru lahir. Sementara makna ke dua memotong atau melakukan penyembelihan hewan.

Tata cara aqiqah sesuai sunnah rasul dilakukan dengan cara menyembelih binatang ternak lalu dibagikan kepada kerabat dan tetangga. menurut istilah, aqiqah adalah proses pemotongan hewan ternak pada hari ke tujuh setelah bayi dilahirkan. Penyembelihan hewan ternak saat aqiqah dilakukan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT.

Tata cara aqiqah sesuai sunnah rasul untuk anak laki-laki dan perempuan sebenarnya sama saja. Perbedaannya hanya terletak pada jumlah kambing yang dikurbankan untuk aqiqah.

Berikut tata cara aqiqah sesuai sunnah rasul:

Menyembelih Kambing

Tata cara aqiqah sesuai sunnah rasul yang pertama adalah menyembelih kambing. Jumlah kambing yang disembelih untuk aqiqah berbeda antara anak perempuan dan laki-laki. Untuk aqiqah anak perempuan orangtua menyiapkan satu ekor kambing. Sedangkan untuk anak laki-laki, orangtua menyembelih dua ekor kambing.

Hal ini menilik pada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud,

Yang artinya: Dari Ummu Kurz ia berkata, “Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda ‘Untuk seorang anak laki-laki adalah dua ekor kambing dan untuk akan perempuan adalah seekor kambing. Tidak mengapa bagi kalian apakah ia kambing jantan atau betina’.” (HR. Abu Dawud no. 2834-2835).

Syarat kambing yang disembelih untuk aqiqah sama dengan hewan kurban, yaitu kambing yang berkualitas, baik dari segi jenis hingga usia. Kambing tersebut juga harus bebas dari cacat dan penyakit.

Sebelum menyembelih kambing untuk aqiqah, disunnahkan untuk membaca doa sebagai berikut:

Bismillahi wa billahi, allahumma ‘aqiqatun ‘an fulan bin fulan, lahmuha bilahmihi si azhmihi, allahummaj’alha wiqaan liali muhammadin ‘alaihi wa alihis salam.

Yang artinya: “Dengan nama Allah serta dengan Allah, Aqiqah ini dari fulan bin fulan, dagingnya dengan dagingnya, tulangnya dengan tulangnya. Ya Allah, jadikan aqiqah ini sebagai tanda kesetiaan kepada keluarga Muhammad SAW.”

Walaupun aqiqah identik dengan menyembelih kambing, sekarang ini sudah banyak yang membeli masakan kambing yang sudah siap saji digunakan untuk acara aqiqah anak, salah satu vendor untuk mengurus msakan aqiqah siap saji yaitu Cahaya Iman Aqiqah Bekasi

Memasak Daging Aqiqah

Tata cara aqiqah sesuai sunnah rasul selanjutnya adalah memasak daging dari hewan yang disembelih untuk aqiqah. Namun jumhur ulama lebih mengajurkan untuk memasak daging aqiqah terlebih dahulu sebelum membagikannya kepada orang-orang. Hal itu diungkapkan dalam kitab Atahzib yang ditulis Imam Al-Baghawi.

Yang artinya: “Dianjurkan untuk tidak membagikan daging hewan aqiqah dalam keadaan mentah, akan tetapi dimasak terlebih dahulu kemudian diantarkan kepada orang fakir dengan nampan.” (Imam Al-Baghawi dalam kitab Atahzib)

Ada solusi terbaik bila mau menunaikan ibadah aqiqah, tapi tidak mau mengadakan acara di rumah. kita bisa menyalurkannnya ke panti asuhan atau yayasan untuk makan santri, dan Layanan Jasa Cahaya Iman Aqiqah, bisa membantu menyalurkannya tanpa ada biaya tambahan. 

Memakan Sebagian Daging Aqiqah

Tata cara aqiqah sesuai sunnah rasul berikutnya adalah memakan sebagian daging aqiqah. Menurut hadis yang diriwayatkan al-Bayhaqi, daging aqiqah sebaiknya dimasak terlebih dahulu dan dimakan oleh keluarga, baru dibagikan.

Yang artinya: Aisyah r.a berkata, “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh.” (HR al-Bayhaqi)

Mencukur Rambut dan Memberikan Nama Saat Aqiqah

Tata cara aqiqah sesuai sunnah rasul berikutnya adalah mencukur rambut bayi yang baru lahir dan memberikan nama kepadanya.

Memberikan nama yang baik mencerminkan bagaimana akhlak dan imannya nanti kepada Allah SWT. Sedangkan hukum mencukur rambut bayi saat melakukan aqiqah menurut pendapat yang kuat di kalangan ulama adalah sunnah.

Mendoakan Bayi Saat Aqiqah

Tata cara aqiqah sesuai sunnah rasul selanjutnya adalah mendoakan bayi yang baru lahir. Berikut adalah bacaan doa yang sebaiknya diucapkan untuk bayi yang baru lahir.

“U’iidzuka bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah. Wa min kulli ‘ainin laammah.”

Yang artinya: “Saya perlindungkan engkau, wahai bayi, dengan kalimat Allah yang Perkasa, dari tiap-tiap godaan syaitan, serta tiap-tiap pandangan yang penuh kebencian.”

Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunnah Rasul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya via WA

CALL