Idul Adha Di masa Pandemi Covid 19

Perayaan Idul adha di masa pandemi covid 19 memang terasa berbeda dengan perayaan sebelumnya. Momen-momen lainpun sama akan berbeda dari biasanya karena pandemi. Pelaksanaan qurban harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Agama, telah menerbitkan surat edaran berisi panduan pelaksanaan kurban selama pandemi. Panduan itu mencakup langkah-langkah mitigasi risiko dalam penjualan dan penyembelihan hewan kurban.

Menurut panduan itu, pedagang hewan kurban harus mengoptimalkan penjualan secara daring. Kalaupun melakukan jual-beli secara tatap muka, pedagang maupun pembeli harus menerapkan penjarakan fisik (physical distancing), pengecekan suhu tubuh, dan langkah-langkah higiene personal lainnya. 

Pemotongan Hewan Kurban

Adapun proses pemotongan hewan kurban diutamakan di Rumah Potong Hewan-Ruminansia (RPH-R). Apabila dilakukan di luar RPH-R, penyembelihan harus memenuhi protokol Covid-19.

Menteri Agama dalam pernyataan pers pada Kamis (30/07) mengatakan pemotongan hewan kurban harus ikuti protokol, “Lakukan di tempat terbuka, hewan kurban dalam keadaan sehat, petugas pakai masker dan bawa alat masing-masing, jaga jarak, cegah kerumunan orang, dan daging kurban diantar petugas ke alamat penerima.”

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-53306769

POTENSI PENULARAN 

Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono memperingatkan adanya potensi penularan virus corona dalam pelaksanaan kurban. Ia menjelaskan bahwa penularan kemungkinan tidak terjadi dari hewan kurban ke orang, tapi dari orang ke orang.

Maka dari itu, ia menekankan bahwa pemotongan dan pembagian hewan kurban harus dilakukan dengan hati-hati.

“Sebaiknya hewan kurbannya diatur, maksimal satu hewan kurban dipotong oleh berapa orang karena di situ akan terjadi kontak yang mungkin tidak bisa dihindari. Kemudian yang memotong kurban harus pakai masker.

“Kemudian pada waktu mendistribusikannya juga itu potensi karena mendistribusikannya biasanya secara serempak. Masjid-masjid akan ada antrean dari para penerima hewan potong itu. Jadi itu harus diatur jangan sampai antrean itu enggak ada jarak,” ujarnya

Panduan Aman Jual Beli Hewan Qurban di Tengah Pandemi Virus Corona

Dalam proses jual beli hewan kurban, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan ditaati bersama selama masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

1. Jaga jarak fisik Mereka yang membeli maupun pedagang harus tetap memperhatikan jarak aman antara satu sama lain saat berada di area penjualan hewan kurban. 

2. Penerapan higiene personal Baik pembeli maupun penjual di pasar atau tempat penjualan hewan harus mengenakan alat pelindung diri, minimal masker. 

3. Pemeriksaan kesehatan awal (screening) Seluruh penjual dan pembeli di lokasi penjualan hewan kurban harus melakukan pengukuran suhu tubuh sebelum memasuki area. 

4. Penerapan higiene dan santasi Tempat penjualan hewan kurban harus memiliki fasilitas cuci tangan lengkap dengan sabun atau handsantizer dan akses air mengalir. 

PEMBINAAN DAN PENGWASAN

Fungsi pembinaan dan pengawasan pelaksanaan pemotongan hewan kurban di masa pandemi ini dilakukan oleh pemerintah melalui dinas terkait. Dalam melaksanakan pembinaan dan pengawasan tersebut, dinas harus berkoordinasi dengan instansi yang membidangi fungsi kesehatan dan instansi yang membidangi fungsi keagamaan.

 

Idul Adha Di masa Pandemi Covid 19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *